Teh hijau sejak lama menjadi minuman sehat orang Cina. Teh hijau kaya
akan polyphenol, mikronutrien, vitamin, nutrisi dan substansi bioaktif
lainnya, sehingga disebut obat segala penyakit. Sebagai minuman, teh
hijau telah memasuki hidup sehari-hari masyarakat modern, bisa meredakan
panas dalam, mencegah dan mengobati flu, antiradiasi, menjaga
kesehatan, dan memperpanjang usia.
Secara alami teh hijau mengandung katekin, flavonoid, theanin,
karoten, thiamin, riboflavin, nicotinic acid, pantothenic acid, ascorbic
acid, folic acid, vitamin E, mangan, potasium, polisakarida, fluoride,
yang secara keseluruhan bisa mengurangi kolesterol dan lemak dari
makanan, mengurangi risiko penyakit kardio-serebrovaskular, menangkal
radikal bebas, juga membunuh bakteri dan virus influenza. Selain itu,
mampu mengatasi masalah perut dan usus, mencegah bau mulut dan
pengeroposan gigi, memperkuat daya tahan tubuh, menurunkan stres,
menyegarkan tubuh dan menenangkan pikiran, serta mencegah kegemukan.
Teh hijau juga mengandung lebih dari 25 jenis asam amino, termasuk
enam jenis yang mutlak diperlukan tubuh dan histidine yang penting bagi
pertumbuhan bayi. Meski kandungan asam amino dalam teh hijau tidak
tinggi, bisa menambah kekurangan kadar yang dibutuhkan tubuh setiap
hari.
Jika dibandingkan dengan jenis teh lainnya, teh hijau dalam
pengolahannya tidak melalui proses fermentasi dan oksidasi, sehingga
masih mengandung semua komposisi aktif yang terkandung dalam daun teh.
Akibat proses fermentasi dan oksidasi, banyak zat yang berguna bagi
kesehatan berubah atau hilang pada saat proses produksi teh hitam. Qi
(energi penyembuhan pembawa elemen alami) pada teh hijau tetap alias
“tidak rusak”.
Dalam proses fermentasi dan oksidasi pada teh lain (teh hitam),
minyak teh yang mengandung polifenol meningkat, dan mengurangi kadar
tanin hingga 10 persen. Meningkatnya polifenol menyebabkan warna jingga
kecokelatan pada daun teh dan membuat gigi para peminum teh hitam
berwarna kecokelatan.
Pengaruh kafein akan lebih efektif jika terlepas dari tanin. Zat yang
menguntungkan kesehatan seperti epigallocatechins berubah dan komposisi
lain seperti vitamin C akan hancur. Parahnya, produk alami yang semula
bermutu tinggi berubah menjadi sekadar minuman biasa.
Tiap gram teh hijau mengandung 73-252 mg zinc, sedangkan tiap gram
teh hitam hanya 32 mg. Khasiat teh hijau dalam menurunkan tekanan darah
juga mengungguli teh hitam. Kombinasi ekstrak daun bambu dan teh hijau
dipercaya mampu memberikan fungsi pereda panas, menurunkan kadar lipid
dan tekanan darah, menyingkirkan radikal bebas, dan meningkatkan
imunitas.
Di pasaran, produk yang berisi kombinasi keduanya memang relatif
tidak banyak. Meski begitu, tetap dibutuhkan sikap hati-hati dalam
mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan aturan
pakai dan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi resmi dari
Badan POM.
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

EmoticonEmoticon