Sesak napas sering dikira gejala asma paling umum pada anak-anak. Padahal menurut dokter tidak begitu.
dr
Prasenohadi, SpP, KIC, PhD dari RS Siloam Asri mengatakan pada
anak-anak, batuklah yang menjadi gejala paling umum. Hanya saja, batuk
yang dialami anak sering tidak dikaitkan dengan asma oleh orang tua.
"Malah
seringnya dikira TBC (tuberkulosis -red). Soalnya asma itu bukan dikira
penyakit paru-paru, tapi penyakit kerongkongan," tutur dr Prasenohadi,
dalam temu media di Hotel Aryaduta, Jl Garnisun Dalam, Karet Semanggi,
Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).
Batuk
akibat TBC akan hilang jika dilakukan pengobatan dengan antibiotik oleh
dokter. Namun pada batuk akibat asma, meski diberikan antibiotik batuk
tidak akan hilang. Ketika itu orang tua baru mencari opini lain dan
ketahuan ternyata anak mengalami asma.
Pada anak, asma biasanya
muncul ketika usia sekolah dasar. Hal ini biasanya muncul ketika anak
mulai beraktivitas fisik secara rutin.
Secara umum, dr
Prasenohadi menjelaskan ada 4 gejala asma. Pertama adalah batuk. Batuk
biasanya memburuk di malam dan pagi hari sehingga membuat pasien sulit
tidur. Kedua adalah mengi atau suara melengking ketika bernapas.
Ketiga
adalah dada sesak. Dada sesak membuat pasien seperti ada yang meremas
atau menindih dada hingga sulit bernapas. Terakhir adalah napas pendek.
Napas pendek membuat pasien sering kehabisan napas seperti tidak bisa
mendapatkan udara.
"Tapi belum tentu orang yang memiliki gejala
ini berarti mengidap asma. Asma penyebabnya heterogen dan tidak bisa
ditentukan dari satu gejala saja. Harus didiagnosa dokter," pungkasnya.
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

EmoticonEmoticon