Berdiri selama 6 jam sehari dapat mengurangi sepertiga kadar lemak di
tubuh. Ini cocok sekali diterapkan oleh individu yang enggan menjalani
pola diet sehat dan rutin olahraga.
Berdiri setelah duduk selama 1 jam, memberi tempat duduk ke orang
lain ketika naik kendaraan umum, atau berdiri dari kursi jika ingin
menghampiri teman di kantor ternyata dapat menurunkan risiko menjadi
gemuk sebesar 32 persen.
Peneliti dari University of Texas menemukan dampak dari duduk terlalu
lama sama dengan seperti merokok dan minum minuman keras. Jika memang
tak sanggup untuk diet ketat, berdiri selama 6 jam sehari bisa membantu
mempertahankan atau menurunkan bobot tubuh.
Dengan membandingkan indeks massa tubuh (BMI), presentase lemak
tubuh, dan ukuran pinggang 7.000 respondens berusia dewasa, peneliti
menemukan pria yang berdiri seperempat waktu dari 24 jam yang disediakan
dalam sehari terhindar dari kemungkinan obesitas sebesar 32 persen. Ini
dilihat dari prosentase kadar lemak di tubuh mereka.
Sedangkan mereka yang mampu berdiri lebih dari itu telah mampu mengurangi kemungkinan obesitas sebesar 59 persen.
Pada wanita, berdiri selama seperempat, setengah, dan tiga perempat
waktu yang ada dikatikan dengan 35 persen, 47 persen, dan 57 persen
pengurangan masing-masing ukuran pinggang.
Penulis penelitian yang telah dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah Mayo Clinic Proceddings,
Dr Kerem Shuval dari University of Texas, mengatakan berdiri dan
bergerak dengan melakukan aktivitas fisik secara moderat (150 menit atau
75 menit per hari) memberi manfaat yang begitu besar.
Dikutip dari situs Daily Mail, Kamis (5/11/2015), Kerem menyarankan kita juga melakukan latihan fisik agar terhindar dari kenaikan berat badan.**
Next
« Prev Post
« Prev Post
Previous
Next Post »
Next Post »
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

EmoticonEmoticon